image

Dengan menyebut nama Allah, Sang Maha Pencipta, Yang Maha Pengasih dan Penyayang..

Mama…
Begitu aku menyebutmu..

Waktu berlalu..
Hampir menuju setengah abad aku memanggilmu mama..

Mama masih ingat? Kau pernah bercerita saat mengandungku dulu mama ngidam buah durian? 🙂 Sampai-sampai almarhum kakek menegur karena nanti ‘aku’ yang ada di perut mama akan kepanasan 😀
Qodarullah, saat ini aku adalah anak mama yang paling doyan durian. Bisa makan 5 buah durian sendirian dan setelah nya masih bisa nambah lagi =))

Beranjak akan masuk Taman Kanak-Kanak dulu rambutku mama gundul habis =)) Karena aku ga suka sisiran jadi rambutku gimbal.. Mengerti anaknya tomboi, suka main mobil-mobilan dan meniru ‘power ranger’, tapi tetap membelikan balok susun, boneka dan tiruan peralatan masak 🙂

Kelas 1 Sekolah Dasar, aku menangis karena dianggap mencontek. Padahal aku hanya ingin tahu soal ulangan di papan tulis, sayangnya mataku tidak bisa menangkapnya. Wali kelasku yang baik, Almarhumah Ibu Dariyem, berbicara pada mama, mungkin aku butuh kaca mata..
Mama mengantarku ke dokter mata. Membelikan kaca mata baru. Memaksa makan wortel yang tak kusuka. Melarangku membaca buku banyak-banyak. Bahkan menghentikan langganan majalah kesukaanku :p
Qodarullah sampai sekarang aku masih memakai kacamata dan minusku bukan berkurang malah semakin menanjak..

Mama.. Saat kecil.. Kaulah duniaku.. Saat aku masih bayi dulu, bapak, panggilanku untuk sosok ayah, pergi ke bagian bumi yang lain. Bekerja keras untuk istri dan anak-anaknya. Hanya pulang satu tahun satu kali. Bahkan kadang dua tahun satu kali. Sampai aku akan menuju usia Sekolah Menengah Pertama.

Dari ceritamu, aku mengetahui sosok bapak, mama. Mungkin karena itu aku menjadi sangat dekat denganmu.. Karena kau lah ‘dunia’ku dulu..

Kalau kau pergi tak mengajakku, maka aku akan ngambul. Pernah kau harus pergi ke luar kota lebih dari 1 minggu karena kakak lelaki ku yang ada di pesantren sedang sakit. Hebatnya aku menangis seharian. Ngambul tidak mau makan. Tidak mau sekolah. Merasa tidak disayang =))

Ahh mama..

Saat kanak-kanakku keberadaanmu adalah segala nya bagi ku..

Dari mu aku belajar banyak hal. Tak ku lupa waktu kecil aku belajar merajut dari mu. Dan hasil rajutanku kujual pada teman-temanku :))
Dulu setiap pagi kau membangunkan ku, sebelum subuh. Membantumu merapikan, mensteples dan memasukkan ke tas kotak mika bekal makanan yang akan kau kirim ke toko-toko dan warung-warung. Kau bahkan menggajiku. Padahal saat itu aku baru kelas 2 SD 🙂

Tapi dari sana aku belajar. Cari uang itu tidak mudah. Perlu kerja keras. Aku juga belajar, ‘bekerja’ dengan cara berbeda dari pandanganku..

Mama.. Rasanya tak habis jika aku bercerita tentangmu.. Pasti akan kubuat lanjutannya nanti..

Sayangnya itu tak sebanding dengan tiada habis doamu padaku.. Juga cintamu padaku..

Jazakillahu khairan katsiran, mama. Semoga Allah membalas kebaikan mama lebih baik lagi..

Iklan