Bismillahirrahmanirrahim

Uyee, blog ini udah debuan πŸ˜€ *nyengir*
Tulisan kali ini spesial, karena di tulis di atas kereta api Logawa jurusan Purwokerto – Jember πŸ™‚

Jadi, ini adalah ke dua kali nya dalam 3 bulan ini ke Jogja. Uyee..
Alhamdulillah, untuk ke jogja part 2 ini ga punya rencana alias dadakan mamennn.. Untuk Iim goes to jogja part 1 Insya Allah kapan-kapan di post, karena masih belum lulus edit :p *sebenarnya malas edit dan baca ulang*

Perjalanan part 2 kali ini ditemani oleh seorang sahabat cantik nan sholeha, Dian πŸ™‚ Bersyukur karena ada Dian, karena tanpa Dian mungkin ga akan ada izin naik kereta turun dari ortu. Kami ke Jogja dalam rangka tes dan interview kerja, yang baru diterima H-jam sebelum keberangkatan. Sempat galau, diambil atau nda. Tapi yaa sudah dicoba saja πŸ™‚

Perjalanan ini dimulai, Selasa, 25 Februari 2015, tengah hari ditelfon untuk tes. Akhirnya diambil keputusan berangkat dari Terminal Ubung. Packingnya? Kacau πŸ˜› Baju dan rokΒ  ga bawa, sepatu hampir ketinggalan, dan lain lain.

Dengan modal 1 ransel, dan Dian 1 koper imut, kami berangkat pukul 6 sore. Naik bis AKDP jurusan Denpasar-Gilimanuk 40rbu. Perjalanannya? Mantap, karena hujan badai >_< bus nya jalan pelan-pelan. Alhamdulillah sampai Pelabuhan Gilimanuk jam 10.30an malam. Cuaca masih hujan walau tidak sederas saat di jalan. Terminal Gilimanuk dan Pelabuhan jaraknya sih ga jauh, tapi dilalui sambil hujan-hujanan dan lari-lari yaa lumayan bikin kaki pegel juga πŸ˜€ Biaya penyebrangan 8ribu dan Alhamdulillah lautnya tenang banget malam itu. Ketakutan kami akan adanya badai ternyata Alhamdulillah ga terjadi πŸ™‚

Kurang lebih 30 menit kami sampai di Pelabuhan Ketapang dan langsung cari makan πŸ˜€ Karena hari sudah malam, menuju tengah malam sebenrnya, sebagai anak gadis yang baik, kami pun menyewa sebuah kamar di Penginapan di seberang Stasiun Banyuwangi Baru. 100rb permalam, kamar mandi dalam, ada AC nya. Berharap bisa tidur nyenyak karena jam 6.30 pagi kereta kami berangkat. Ternyata kami kedinginan >_< Badan saya yang memang sedang kurang fit saat berangkat, belum lagi kelelahan selama ‘perjalanan pendek’ ini. Maka yang ada kami tidur kedinginan dan tidak nyenyak. Akhirnya pukul 5 kami langsung cao ke stasiun, sempet mampir beli nasi bungkus, 6ribu.

Alhamdulillah kereta Sri Tanjung jurusan Banyuwangi Baru – Lempuyangan, berangkat tepat waktu pukul 6.30. Sayangnya, waktu sampainya di Lempuyangan terlambat kurang lebih 1jam 😦

Nah, saya skip kegiatan di Jogja sampai hari kepulangan. Insya Allah kalau ga malas ngedit nanti di post disini πŸ˜€ *nyengir*

Pertama kali dalam hidup saya ketinggalan kereta πŸ˜€ Dan yang bikin ngakak, miris sekaligus geli adalah telatnya 1 menit mamen.. Sakitnya tuh di dompet 😦 130ribu. Seharga gamis 😦 *nangis dipojokan*
Pas banget sampai stasiun, 7.21 😦 Pintu check in sudah ditutup, sama pak petugas peron sudah dilarang masuk. Padahal kereta sri tanjung masih ada di stasiun, tapi memang jalannya masih sudah pelan sih *cry*

Akhirnya karena sudah ‘diteror’ mama untuk segera Back To Denpasar, saya dan Dian pun memutuskan estafet. Naik kereta api Logawa jurusan Jember. Dan jika lancar, Insya Allah naik kereta Lawang Sewu ke Banyuwangi.

Sampai sini, saya hanya berharap bahwa kereta Logawa ga telat sampai Jember. Karena jarak kereta lanjutannya hanya 1 jam mamen… Kalau telat lagi… Terpaksa plan yang lain yang jalan..

Lebih dari itu, ini sungguh suatu pengalaman yang sangat berharga πŸ˜€ Alhamdulillah..

Iklan