Bismillahirrahmanirrahim.

-Akhirnya diposting juga tulisan ini setelah debuan di draft :D-

Siapa yang suka ke museum? 😀

Jawabannya mungkin bukan saya :-p
Kunjungan saya ke museum jarang sekali. Seingat saya pas zaman sekolah dulu. Itupun tak banyak. Jari di satu tangan sepertinya tidak penuh deh. Hehehehe.

Bukannya tidak suka museum. Tapi karena ga ada yang ngajakin jadi ya gitu deh *ngais-ngais alasan* 🙂

Tapi saat kunjungan singkat ke Jogja kemarin, Alhamdulillah bisa mampir ke museum 🙂 2 buah museum, yaitu Museum Ullun Sentalu dan Museum Gunung Merapi. Suatu kemajuan dalam dunia permuseuman iim.

Setelah mengunjungi Taman Nasional Gunung Merapi, oleh guide keceh, Mba Enzhi chan, saya diarahkan ke Museum Ullun Sentalu. Masih di daerah Kaliurang 🙂 Entah di belokan yang mana saya lupa. Tempatnya, dari luar tidak terlalu mencolok. Sederhana dan berkesan Jawa gitu. Ada loket dan meja resepsionisnya. Jaraknya tidak terlalu jauh, tapi beda fungsi. Hehehe, secara saya dan rombongan kecil mau beli tiket masuk di resepsionis, yaa ga bisa lah. Diarahkan ke loket yang agak tersamarkan di bagian kiri. Harga tiket masuk IDR 35k mendapatkan segelas jamu dan seorang guide untuk setiap rombongan.

museum ullen sentalu pintu masuk museum ullen sentalu (sumber: dok pribadi take by Dian)

museum ullen sentalu

pintu masuk museum ullen sentalu (sumber: dok pribadi Take by Mba Enzhi)

Museum ini lumayan keren ^^ Jadi, setiap rombongan ada Guide nya. Rombongan kami, terdiri dari saya, Didi chan, Mba Enzhi Chan, Sepasang suami istri dari Purwokerto, dan Sepasang Suami istri dari Jakarta. Total 8 orang dengan Pemandu nya. Jadi sebelum masuk kami diwanti-wanti untuk tidak mengambil foto dan makan/minum di dalam museum. Untuk berfoto nanti ada tempatnya sendiri.

Jadi di museum ini, ada banyak lukisan. Selain itu juga ada patung-patung, gamelan, kain batik, lukisan, foto-foto dsb. Tentunya semua itu dijelaskan sama Mba Guide nya, maafkeun namanya Mba Guide ga ingat -_- Jadi museum ini bertahap gitu, ada bagian satu, dua, dst. Ada namanya juga. Sayang saya ga ingat nama-nama tempatnya. Bahasa Jawa halus semua. Ada yang seperti ruang bawah tanah, dikelilingi kolam, dsb. Disaat masuk, terkesan sekali dengan pohon rindang nya, akarnya besar menjulang di atas kepala. Hehehe. Pengen banget foto di situ, sayang ga boleh 😦

Jadi nanti Mba Guide akan menjelaskan asal usul benda-benda koleksi, atau silsilah kerajaan dan keluarga keraton. Lengkap. Saya sampai ga bisa ingat semua karena, Mba Guide ngomongnya lumayan cepat dan ga ada keterangan pada benda-benda koleksinya. Jadi, hanya beberapa yang bisa nyangkut dikepala saya. Fokus saya lebih ke menikmati keadaan sih. Hhehe #ngeles

Kunjungan kami berakhir di sini. Di tempat foto 😀 Menurut Mba Guide, sengaja dibuat miring, karena merasa prihatin dengan minimnya minat masyarakat untuk berkunjung ke museum.

IMG_20150227_132536

Numpang narsis diakhir kunjungan :D. Btw suka deh sama arsitektur bangunan ini. Oiya museum ini ada websitenya lho. Disini.

Jadi, ada yang mau berkunjung kesini juga kalau ke Jogja? 🙂

Iklan