Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

Karena akhir-akhir ini bolak balik beberapa rumah sakit, tetiba ingin menuliskan beberapa hal tentang Rumah Sakit.

Di Denpasar ada cukup banyak Rumah Sakit, baik yang milik Pemerintah maupun Swasta. Dan dalam minggu-minggu ini, RS yang saya kunjungi semuanya RS Pemerintah.

Yah~ Yang bisa saya katakan adalah banyak banget ternyata orang yang sakit. Walau saya tau bahwa masih dan lebih banyakkk lagi yang sehat-sehat.

Sungguh saat-saat mengantri, kadang membuat saya ingin menampar diri saya sendiri..

  • Pertama tentang Maha Baik nya Allah. Betapa Pemurah nya Allah. Betapa Baik nya Allah. Betapa Baik nya Allah. Betapa Baik nya Allah.
    Jika kita kedokter disaat sakit, kita selalu diberikan tagihan pembayaran, baik yang dibayar mandiri, asuransi, maupun pemerintah. Untuk sembuh dari sakit, untuk kembali sehat kita harus membayar. Saya cukup menarik nafas saat dokter bilang biaya operasi saya 30-50jt. Bahkan di puskesmas, jika tdk ber ktp setempat atau tdk pnya kartu bpjs  membayar 15.000 *ditempat saya* Kalau pun dibayari JKN secara penuh, kita tetap mengeluarkan biaya,  setidaknya untuk bensin ke tempat berobat.Tapi ingatkah kemana kita membayar saat kita sehat sepenuhnya?

Allah tidak pernah menagih apapun pada saya, pada kita, saat saya, saat kita sehat. Allah hanya meminta kita, saya bertaqwa,  beriman kepadanya.

Dan bahkan ketika saya, seorang iim, terjun dalam kelalaian, Allah masih tetap Maha Baik. Allah tidak pernah menagih apapun untuk sebuah kata SEHAT.

😭😭😭

  • yang kedua adalah tentang mengantri. Jika anda bukan pasien gawat darurat maupun VVIP anda harus mengambil nomor antrian. Apalagi jika anda pasien bpjs, jkn, jamkesmas dkk nya.

Saya datang ke RS terbesar di Pulau Dewata. Pukul 7.30 pagi. Bahkan bagian parkir belum datang. Untuk antrian bpjs sudah no 551 😱😱😱

Walau ternyata saya tidak harus ikut mengantri disitu karena saya hanya perlu ke Laboratorium *maklum saya pasien  rujukan*

Tapi ternyata di Lab pun mengantri. Dan saya dapat no 102, sedang saat itu baru satu loket yang buka. Dan akhirnya gikiran cek lab jam 10.00.

Nanti. Nanti. Nanti. Di padang Mashyar.
Kita akan mengantri. Saat kita diadili satu persatu.

Sekarang. Sekarang. Sekarang. Kita sedang mengantri menuju kematian kita.

Semoga Allah menjadikan kita, manusia-manusia yang bertaqwa. Aamiin..

Iklan