Hei iim..
Apa kabarmu wahai diriku?

Kudengar sakit menyapamu..
Bagaimana rasa sakit kali ini?
Rasanya diinfus..
Rasanya operasi..
Rasanya hari-hari berkutat dengan obat..
Rasanya tidak bisa melakukan hal yang diinginkan..
Dilarang kemana-mana..
Saat bergerak jadi agak menyakitkan..
Tidur terasa susah..
Tidur nyenyak pun jarang datang..
Belum lagi nyeri datang tiba-tiba..

Mau lagi, im? πŸ™‚

Duhai diriku..
Sudahkah kau ambil makna dari sakit kali ini?
Sudahkah kau meminta ampun untuk gunungan dosamu yang melimpah ruah itu?
Sudahkah kau menyadari bagaimana luasss dan besarrr nya nikmat Tuhan yang menciptakanmu?

Jangan sampai diriku… Jangan sampai..
Sakit ini berlalu..
Namun kau tak bisa mengambil satupun makna didalamnya..
Namun tiada mampu untuk meminta ampunan didalamnya..
Namun tidak bisa melihat nikmat Tuhan Yang Maha Luas..

Ingatlah selalu sakit ini wahai diriku..
Agar kau selalu ingat..
Bahwa kau hanya atom debu di jagat raya..
Bahwa kau begitu fana..
Bahwa kau begitu tak berdaya..

-Dari iim, Untuk iim-

Denpasar, Juni 2015

Iklan