image

Bismillahirrahmanirrahim

Hei kamu, adik kecilku yang tidak lagi kecil 🙂

Jarak usia kita hampir 10 tahun. Saat kau lahir aku masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 5. Aku masih ingat, kau lahir pukul 10 malam di malam Jum’at. Dan pagi nya, sebelum masuk sekolah aku mengunjungimu dan mama di rumah bersalin yang tak jauh dari sekolah.

Adik kecil, mungkin kau tak ingat, dulu, karena mama setiap pagi sibuk di toko kecil kita, maka saat subuh kau sudah terbangun. Tapi hebatnya kau tidak menangis. Paling-paling hanya minta gendong. Ku mandikan dirimu dan memastikan kau sudah rapi dan siap untuk diantar ke mama. Setelah kau sudah ganteng dan wangi, kau akan kududukkan di depan televisi dan akan ku menyetelkan telletubies untukmu. Sementara itu aku bersiap-siap mandi dan berseragam untuk ke sekolah. Setelah aku siap, maka kita akan bergandengan tangan menuju toko.

Adik kecil, gara-gara kau, saat aku SMA, aku sudah pernah dipanggil ibu-ibu. Karena mama dan papa tidak bisa mengambil laporan hasil belajarmu, maka akulah yang datang ke sekolahmu. Kadang juga bersama-sama rapat dengan para ayah dan ibu teman-temanmu.

Tak terasa waktu berlalu.

Aku masih ingat saat umurmu belum ada satu hari, aku menggendong tubuh mungilmu. Kau begitu kecil. Beratmu saat lahir 3,3kg. Jari-jari mungilmu menggenggam telunjukku.

Sekarang tinggimu bahkan sudah menyamaiku. Padahal kau baru kelas satu MA. Jika kita jalan berdua, aku pasti mendapat pertanyaan semacam, “Im, calonnya ya?”, “Im, suamimu ya? Kok ga undang-undang?” “Im, pacarmu yaa?” Dan aku hanya akan nyengir sambil ngakak. Dan kau garuk-garuk kepala.

Aku masih ingat perasaanku, saat kau masuk sekolah berasrama. Diam-diam menyimpan airmata untukmu. Serta sejumput doa agar kau menjadi anak yang sholeh dan mandiri.

Mungkin karena tidak ada yang akan merengek-rengek manja lagi padaku. Atau tidak ada lagi yang setiap mau belajar selalu bertengkar dulu. Tidak ada lagi yang makan masih minta disuapin, mandi minta dimandiin.

Hei adik kecil, terima kasih sudah mengajariku.

Mengasuhmu dulu, membuatku bersyukur saat ini. Memberiku banyak pengalaman, membuatku kembali belajar, saat ini, ketika kakakmu ini, memupuk cita-cita nya menjadi ibu yang baik..

Adik kecil, walau tinggimu sudah melampauiku nanti. Dan aku sudah tak kuat menggendongmu lagi. Bagiku kau selalu menjadi adik kecilku. Selalu.

Iklan