Assalamualaykum~

Tak terasa sudah diakhir bulan Oktober, dan hutang tulisan pun menumpuk. *sungkem sama admin-admin OWOP* 😜

Dari bulan Juli sampai sekarang Oktober~ 4 bulan yaa. Duh duh duh.πŸ˜‚

Jadi cicilan pertama mungkin kita bahas tentang hari ini saja. #plak #nyepam

Akhir Oktober ini dimulai dengan mencoba menyelesaikan kerjaan yang belum selesai juga. Disambi browsing-browsing cantik tentunya. #modus

Timeline facebook entah kenapa bikin capek akhir-akhir ini. Tidak hanya bikin mata sakit tapi juga hati… berjangkit-jangkit, yang tak jarang jadi mengotori hati😣  Pokoknya kalau mau buka fb mah harus banyak-banyak istigfar dulu.

Timeline fb saya memang plural. Banyak yang alim banget sampai yang lawannya pun tak sedikit. Ehehehe.😁

Ngomongin TL fb, sebenarnya bisa saja, agar TL kita bersih dr hal-hal tersebut diatas. Tinggal unfriend yang statusnya menurut kita ga banget. Atau kalau lebih ekstrim lagi, block. Simpelkan?

Tapi bagi saya mah ga bisa gitu. Fb saya terdiri dr teman TK-kuliah belum lagi saudara, teman-teman komunitas, hingga teman-teman masa ‘labil’ pun ada. Muslim, non muslim, atheis, saudara setanah air sebangsa Indonesia sampai foreigner komplit 😁

Melihat perdebatan, pertengkaran di fb? Biasaah~

Tapi bagi saya disitulah serunya. Memang beresiko. Seperti sekarang, bikin capek hati #ea. Kalau sudah mulai gitu mah tinggal sign out aja. Hahaha.

Bagi saya, mengetahui persepsi seseorang atau lebih dari suatu hal itu sungguh menarik. Wawasan saya bertambah #ciyeh Hal yg sebelumnya tidak terfikirkan jadi terfikirkan. Jadi kita bisa nyaut “Oh, gitu toh.” Walau memang terkadang tidak sesuai dengan yang kita ‘pegang’, kita jadi belajar menghargai pendapat orang. Menghargai pilihan hidup orang lain.

Mungkin bakalan banyak yang nyaut, “Ya ga bisa gitu dong. Kalau dia salah kan harus diarahkan ke yang benar, dan bla bla bla..” Biasanya, saya mah balasnya dengan emoticon smile ajah.πŸ˜„

Saya yakin semua orang punya pilihan untuk pegangan hidupnya. Bahkan yang memilih untuk tidak memilih pun banyak kok. Bagi seorang iim, pegangan hidupnya adalah ISLAM, Iya, agama saya. Pilihan saya. Dimana saya berusaha dan berdoa, sampai akhir hidup, itulah pilihan saya.

Orang lain? Banyak yang punya pilihan yang sama dengan saya. Dan banyak pula yang tidak setuju dengan pilihan saya.

Pedoman hidup saya ini sudah mengatur saya dan saya tinggal menerapkannya. Tidak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia yang dianggap dunianya maya.

Jadi~ Pegang pilihan hidupmu erat-erat. Gigit sekeras-kerasnya. Di dunia maya maupun nyata. Ketika hal yang tidak sama dengan pilihanmu terjadi, kau tahu bagaimana harus mengambil sikap.

Tentu saja kehidupan nyata seorang Iim juga tidak kalah berwarnanya dari TL fb nya. #apasihini

Jadi sudahlah~ postingan pembukaan ini kita akhiri saja. Sepertinya untuk pagi ini berat.

*sungkem sama yang ga sengaja baca*

Iklan