image

Tak banyak orang yang membukaku. Mudah sekali menghafal mereka.

Di saat matahari bahkan belum terbit, seorang pemuda memasukkan sebundel koran padaku. 2 hari sekali, setelah pemuda pembawa koran pergi, ada gadis pengantar susu yang datang. Ia selalu ceria dan selalu berdoa agar keluarga ini menyukai susunya.

Keluarga pemilik rumah ini juga bermacam-macam.

Di pagi hari, biasanya sang ayah yang datang padaku. Mengambil koran dan susu jika ada. Wajahnya selalu mengantuk saat menghampiriku.

Saat siang menjelang terkadang bermacam orang menghampiriku. Terkadang tukang pos, kadang tukang iklan memasukkan brosur, tukang kredit memasukkan tagihan atau bahkan orang iseng yang mengintip ke dalam diriku.

Ah~ Terkadang nyonya rumah juga datang. Mengambil surat-surat yang masuk, juga membersihkan diriku. Nyonya memang baik sekali.

Tapi anak lelaki mereka tidak sebaik itu. Kadang ia memasukkan tanah, rumput, serangga, bahkan sisa permen karetnya pun pernah ia masukkan. Aih~ Aku sebal sekali padanya. Kudengar nyonya memarahinya saat terakhir kali memergokinya melakukan itu padaku.

Begitulah keseharianku. Berbagai musim menghampiriku. Bermacam cuaca membersamaiku.

Tapi aku tetap berada di sini. Seperti saat musim gugur kali ini datang.

Diantara momiji kuning yang berjatuhan. Aku si kotak pos.

Denpasar, 10 November 2015
#MalamNarasiOWOP
#Telpic

Iklan