Masa depan?
Apa yang terfikirkan olehmu ketika kau dan aku, juga mereka, membicarakan masa depan?

Tentang resolusi tahun ini?
Tentang mimpi tahun depan?
Atau harapan pernikahan?
Tentang yang akan kau lakukan 50 tahun mendatang?

Bukan itu maksudku. Kita bisa membicarakan itu di halaman  wopie yang lain.

Tapi tentang suatu masa, dimana kita bukan sesiapa lagi kecuali nama.
Saat nyawa meninggalkan raga.
Saat untuk menuju pintu tempat kekal abadi. Masa depan di atas masa depan.

Ketika untuk diri kita disebut jenazah.
Yang membutuhkan orang lain untuk memandikan diri kita.
Yang membutuhkan orang lain untuk mengantar tubuh kita.
Yang membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan urusan kita.
Yang membutuhkan orang lain untuk mendoakan kita.

Pernahkan kau memikirkan masa depan itu?
Masa depan yang bernama kematian.

-Denpasar, 31 Januari 2016-

Iklan