#Tulisan ini dibuat sudah lamaaaaa sekali, tapi tidak di posting juga alias mengendap debuan di draft. Dipost dalam rangka ingin aktif menulis kembali. Insya Allah#

Bismillahirrahmanirrahim.

Siapa disini yang malas ke dokter gigi, ayo ngaku? *ngacung*πŸ’ƒ

Bukan, bukan karena seorang iim takut. Bukan juga karena dokter gigi nya galak, serem, dan siap makan orang *lho*. Dokter gigi nya baik-baik kok. Cantik-cantik, rapi dan eyecatching banget. Ramah juga, dan nasehatnya panjang. 😳

Alasan sebenarnya dan sejujurnya, saya malas ke dokter gigi adalah..

Karena saya ga pernah sakit gigi. *sombong* #dikeplak 😝

Karena dulu belum pernah merasakan ngilu dan nyeri pada gigi yang menyebabkan demam, ngerasa rajin gosok gigi, bersiwak dan suka minum air putih, maka timbul pemikiran, “Ngapain ke dokter, lha wong ga sakit.”

Nah pemikiran sok dan sombongΒ  kaya’ saya ini nih yang bisa menyebabkan hal ‘gawat’ dibelakang πŸ˜“. Karena setelah tujuh tahun tidak silaturahim ke dokter gigi, harus berakhir dengan surat rujukan operasi ke dokter spesialis bedah mulut. *ngennng*:'(

Trus si mamah mulai ngedumel prihatin tentang anaknya.. “Ealah nduk, kok operasi2an maneh toh dirimu.”

Saya nya nyengir miris aja ya mah *sungkem*

Kenapa? Kenapa sama gigi saya? 😱

Ternyata gigi saya yang paling belakang, salah tumbuh menyebabkan ngilu berkepanjangan, karena ada jarak dengan gigi di depannya yang bisa dimasuki sisa makan yang tidak bertanggung jawab. Belum lagi karang gigi nakal yang nempel terus dan jarang ga pernah dibersihin. Mahal sih πŸ˜‚

Nyesel deh saya jarang ke dokter gigi. Huhuhuhu. Ga tau kalau si gigi akhir ternyata salah tumbuh. Udah pas tumbuh bikin meriang dan demam. Dan jadinya mesti operasi karena cukup ngeganggu dan bikin ngilu plus nda nyaman pas makan.

Please, perhatiin lah gigi kalian dengan baik. Ga hanya sikat gigi 2x sehari *bukaniklanpastagigi*, berkumur pakai obat kumur, dan siwakan, sesekali perlu silaturahim ke dokter gigi. Kalau gabisa 6 bulan sekali ya setahun sekali lah yaa.

Kalau merasa kemahalan ke dokter gigi bisa ke puskesmas, Insya Allah ga semahal dokter gigi praktek atau klinik. 😁


Note :

Akhirnya drama gigi ini berakhir dengan dicabutnya gigi yang di depannya. Bukan yang salah tumbuh. :p

Iklan