Bismillah

Alhamdulillah akhirnya hari ini saya bisa gabung dalam diskusi grup juga! Kubahagia Ya Allah 😆

Bisa sharing dan saling menasehati dalam kebaikan adalah hal yang sangat menyenangkan.

Hari ini, tema yang diangkat adalah remaja dan fitrah seksualitas, yang dibawakan mba Sita yang ada di Belgia dan mba Fia yang ada di Papua. Terpisah jarak dan waktu bukan masalah. Tabarakallahu Bunda bunda kece! Belajar dari bunda-bunda di grup ini, untuk terus kece, dengan belajar, upgrade diri dan berbagi. Senang menjadi bagian dari IIP. Semoga kelak bisa menjadi Istri dan Ibu Profesional. Aamiin.

Back to topic. Remaja.

Maka bahasannya adalah generasi milenial yang sangat berbeda dengan generasi saya dan bunda bunda di grup.

Zaman bunda bunda dulu idolanya Westlife, zaman saya DBSK dan Super Junior #eh 😅, sekarang BTS, Red Velvet dsb.

Dari mana saya tahu?

Dari murid-murid saya yang menjelang remaja. Untuk diketahui, tempat saya mengajar tidak hanya anak balita saja tapi juga ada kelas anak. Termasuk didalamnya yang menjelang remaja.

Belum lagi selegram dan youtuber yang wara wiri di sosial media mereka. Instagram dengan berbagai fitur nya. Tiktok yang seru dipakai rame rame.

Loncat ke berita yang naudzubillah, Ya Allah mengiris hati saya. Anak SMP hamil diluar nikah dengan anak SD. Yang lebih mengiris adalah komentar sebagian netizen dan bapak anak lelaki. Entah berita ini bener atau hoax, tapi sebenarnya kita bisa melihat ke sekeliling kita. Benar atau tidak.

Belum lagi remaja yang tidak hormat pada guru. Orang tua. Pembullyan antar remaja. Belum lagi kenakalan remaja lainnya.

Itu fenomena dan tantangan remaja masa kini. Dan itu nyata disekeliling kita.

Betullah pepatah yang mengatakan, membesar kan seorang anak membutuhkan orang satu desa. Karena ketika orang tua sudah berusaha baik, dicarikan dilingkungan baik, tetap saja, tantangan itu bisa hadir dari mana saja.

Maka benteng terakhir adalah meminta pertolongan Allah agar menjaga anak anak kita.

Tentunya sebelumnya usaha dulu, dengan pengasuhan yang baik.

Perkuat fitrah keimanan anak. Kuatan aqidah. Tanamkan disiplin.

Anak remaja, penting untuk dekat dengan orang tua lawan jenis.

Anak gadis dengan ayahnya. Anak bujang dengan ibunya. Jangan pelit pujian, “Nak ganteng deh kamu hari ini” “Mba, cantik deh pakai jilbab model ini” Karena jika tidak anak remaja akan mencari pengakuan di kuar. Perkuat bonding antara orang tua dan anak.

Orang tua harus selalu belajar. Ini berlaku juga untuk pengajar remaja seperti saya.

Jangan sampai gagal paham dan bingung pas anak remaja cerita, apa itu tiktok, ga tau siapa itu selegram A, B, C. Boyband D, H, I. Cari tahu apa yang terupdate saat ini. Jangan malas untuk belajar. Mendidik anak harus sesuai dengan zamannya. Maka orang tua harus belajar sesuai zaman itu.

Oiya hampir lupa.

Tadi kami bersepakat, bahwa sebagai seorang muslim, tidak ada istilah remaja.

Yang adalah Aqil baligh. Dan aqil baligh ini statusnya adalah sama seperti orang dewasa (yang kita anggap sekarang). Seorang yang sudah aqil baligh tanggung jawabnya penuh.

Maka penting bagi orang tua muslim, untuk tahu dan mengajar kan, kewajiban kewajiban seorang muslim. Berjilbab, mandi wajib, haidh dsb

InsyaAllah akan dibahas detail di-postingan lain.

Tiba tiba merasa untuk menjadi orang tua itu MasyaAllah luar biasa. Butuh kemampuan luar biasa. Maka semoga Allah mampu kan kita untuk menjadi orang tua dari generasi akhir zaman yang taat.

Tabarakallahu!

#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11

Iklan