Bismillah

Materi hari ini seakan melanjutkan materi presentasi kemarin.

Tentang remaja, aqil baligh, dan problematika di sekelilingnya.

Yang ngejleb banget adalah kata kata ini

Saat ini seseorang disebut dewasa ketika sudah selesai kuliah dan bekerja. Padahal, rata-rata anak mencapai baligh di usia 11-14 tahun. Bahkan untuk anak perempuan, kecenderungannya kini lebih cepat dari itu. Gap usia antara masa baligh dengan (dianggap) dewasanya tersebut, menjadikan anak-anak remaja susah diatur, suka melawan, dll. Kenapa? Karena sesungguhnya, secara biologis mereka telah dewasa. Dan bukankah orang dewasa tidak suka diatur?

Serasa ditampar sama materi hari ini. Ngaca. Bahwa saya adalah yg baligh duluan namun aqil belakangan šŸ˜­

Gimana mau kaya’ Sultan Muhammad Al Fatih, yang umur 21 tahun sudah menaklukkan Konstantinopel, jika kita dan remaja saat ini seperti yang saya tulis kemarin. Jauh panggang dari api.

Maka saya bisa menarik satu kesimpulan, penting bagi orang tua, tidak hanya mempersiapkan fisik tapi juga mental serta yang terpenting aqidah.

Dan ini harus ditanamkan sedini mungkin. Catat. Sedini mungkin.

Penting bagi para Ayah dan calon Ayah untuk serta Ibu dan calon Ibu ubtuk mempersiapkan.

Karena kedepannya tantangan pengasuhan akan semakin berwarna.

Maka doa dan memohon pada Allah agar dikaruniai anak anak sholih sholihah, selalu!

Rabbi habli minassholihin.

Tabarakallahu!

#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11

Iklan