Bismillah

Hari ini, muncul materi tentang Remaja dan Pergaulan Bebas di Instagram saya. Terimakasih Uni Ceyi yang sudah upload materi kelas bunsay nya 😘

Bicara tentang remaja, saya jadi mengingat masa remaja saya sendiri, yang menurut saya kok biasa aja yaa 😑😓

Saya yang apatis dan cuek sejak dini atau gimana entahlah.

Masa SMP SMA, saya bukan termasuk anak yang suka bolos, atau suka mencicipi kehidupan orang dewasa sebelum waktunya. Bukan juga yang bebas ngapain aja tanpa izin ortu. Saya cenderung penurut dan anak baik bahkan cenderung culun mungkin yaa (?) 😛

Saya ga pernah pulang malam sama teman. Keluar malam hanya sama keluarga. Ke acara teman ditunggu kakak atau ayah (Bukan sekedar diantar)😝

Tapi ada yang tidak bisa dikendalikan ortu pada saya. Yaitu bacaan saya. Saya sukaaaa dengan semua yang berbau Jepang dan Korea. Iya dulu saya otaku dan K fans 😓

Balik ke topik remaja.

Menilik kisah hidup saya #eeaa dan materi remaja, memang masa remaja adakah masa menuntut kebebasan.

Dalam diri saya, ortu cukup sukses membuat saya menurut,walau kadang faham kadang engga, 😝 tentang batasan. Kenapa tidak diizinkan pulang malam tanpa mahram dsb. Walau ternyata tidak cukup sukses untuk mengontrol bacaan saya.

Ortu saya sendiri adalah tipe ortu zaman old, yang tidak pakai sosial media sama sekali. Dan bukan tipe ortu yang mengikuti perkembangan zaman. Ortu saya tipe pakem mendidik anak seperti beliau dulu dididik. Tentu tidak selalu lurus dan indah. Tapi kebaikan dalam diri saya adalah karena mereka berdua.

Maka saya bersyukur, mungkin saya ada sekarang disini, (terlihat) baik,karena Allah tutupi aib aib, serta karena doa-doa mereka, sehingga tidak terjun pada pergaulan bebas.

Saya ingat teman saya pernah mengajak saya ke diskotik (masa SMA), dan saya menolak serta mikir, ngapain ke sana, lebih seru baca komik di rumah. Atau ajakan party a,b,c atau hangout ke sana sini. Seriusan saya bakal milih diem dikamar ditemani setumpuk komik dan buku seharian. Dari pada kegiatan yang ga jelas. Menurut saya dulu (dan sekarang juga).

Kasus saya tentu tidak bisa dijadikan patokan.

Di sekeliling saya ada yang hamil duluan, seks bebas, narkoba, miras dsb.

Menumbuh kan imunitas dan menitipkan anak pada Allah ada cara tebaik.

Menjadi orang tua yang Tegas tapi asyik itu penting. Sehingga hubungan dengan ortu bisa akrab layaknya teman tapi juga tetap hormat.

Ini saya praktekkan ke santri pra remaja saya. Ngobrol tentang yang kekinian sama mereka. Tentang yang mereka suka. Pendapat mereka. Yang ngehits di zaman mereka.

Karena benarlah kata, didiklah anak sesuai dengan zamannya.

Maka belajar tentang fitrah anak ini seperti belajar kembali tentang diri.

Tabarakallahu!

#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11

Iklan