Bismillah

Hari ini saya membaca review teman tentang sosial media dan Fitrah Seksualitas.

Nyambung?

Ternyata banget.

Apalagi di era milenial seperti saat ini. Beberapa waktu lalu, kita dikejutkan oleh grup pedofilia di sosial media. Pemangsa anak-anak. Memajang foto-foto anak-anak dengan caption yang sungguh bikin mual dan marah.

Juga artis yang anaknya ‘dilecehkan’ di akun sosial media nya.

Segitunya ‘dunia’ ini tidak aman untuk anak-anak? 😥

Tiba tiba saya jadi mengingat, tentang salah seorang yang saya kagumi #eea. Mba Dewina. Awardee LPDP yang sedang menyelesaikan S3 di UK.

Nah mba Dewina ini cukup sering menceritakan Najwa, putri beliau, yang MasyaAllah Tabarakallahu cerdas dan sholihah.

Yang menarik, adalah mba Dewina tidak memasang foto teman temannya Najwa. Padahal caption nya tentang Najwa dan kegiatan nya yang terkadang ada teman temannya Najwa.

Hal itu (memajang atau mengambil foto anak lain) ternyata tidak boleh tanpa izin. Tidak boleh sembarangan.

Saya juga pernah membaca ini di tulisan mba Raidah Athirah yang juga saya kagumi, yang tinggal di Polandia.

Tidak sembarangan mengambil dan mempublikasikan foto anak lain.

Kenapa? Untuk melindungi anak anak tersebut dari orang orang yang berniat jahat.

Di Indonesia sendiri saya belum melihat aturan ini.

Misal dijalan kita ketemu anak lucu pasti langsung foto aja tanpa izin orang tua nya. Atau kalau ketemu teman yang sudah punya anak. Langsung ambil foto.

Lumrah kalau kita. Saya pun kadang begitu. Apalagi pada teman dekat atau saudara.

Sejak saya membaca tulisan mba Dewina dan mba Raidah, saya berusaha agar tidak asal jepret lagi. Izin dulu sama ortunya. Boleh ga di foto, boleh ga fotonya dijadikan status, dsb.

Sepele.

Tapi kan kita ga tau apakah ada orang jahat yang mampir di postingan kita atau ga. Seenggaknya dengan izin,kota bersama tahu resiko nya.

Demikian review hari ini.

Tabarakallahu!

#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11

Iklan