Cari

Wopie-chan

catatan random seorang iim

Tag

muhasabah

Ramadhan yang akan pergi..

Tanpa terasa waktu berlalu..
20 hari sudah terlewati..
Menyisakan 10 hari penuh rahmat..

Dulu..
Awalnya begitu banyak yang menyambutmu..
Masjid penuh sesak..
Luberan jamaah tak jarang sampai ke jalanan..
Suara aamiin begitu menggema..

Namun semakin berjalan, entah kenapa semua itu menyurut..
Satu persatu tidak kembali..
Ada yang bilang sibuk mempersiapkan hari kemenangan..
Ada yang bilang sibuk dengan perjalanan ke kampung halaman..
Berhusnudzon saja mungkin memang sedang udzur..

Pusat perbelanjaan tiba-tiba ramai..
Diskon tengah malam dimana-mana..

Mungkin lupa.. Bahwa Allah juga memberikan diskon besar-besaran pada kita..
Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan..
Malam yang paling dicari oleh hamba-hamba Nya yang beriman..

Bukankah ia akan segera pergi?
Dan belum tentu tahun depan akan bertemu kembali?
Apakah engkau sebegitu yakin bahwa akan berjumpa lagi dengannya?

Ah mungkin engkau sedang menutup matamu..
Pura-pura tidak melihat..
Banyaknya para manusia muda yang sudah dijemput malaikat izrail..
Sahabat yang sudah mendahului menuju alam kubur..

Padahal ia begitu spesial..
Saat yang wajib dilipatkan hingga 70 kali..
Saat yang sunnah setara dengan yang wajib..
Saat syaithan dibelenggu..
Saat pahala mengucur deras laksana hujan..

Ramadhan yang akan pergi..
Entah berapa detik, menit, dan jam berlalu dengan kesia-siaan..

Semoga kelak masih bisa membersamaimu..

Iklan

Surat untuk iim

Hei iim..
Apa kabarmu wahai diriku?

Kudengar sakit menyapamu..
Bagaimana rasa sakit kali ini?
Rasanya diinfus..
Rasanya operasi..
Rasanya hari-hari berkutat dengan obat..
Rasanya tidak bisa melakukan hal yang diinginkan..
Dilarang kemana-mana..
Saat bergerak jadi agak menyakitkan..
Tidur terasa susah..
Tidur nyenyak pun jarang datang..
Belum lagi nyeri datang tiba-tiba..

Mau lagi, im? 🙂

Duhai diriku..
Sudahkah kau ambil makna dari sakit kali ini?
Sudahkah kau meminta ampun untuk gunungan dosamu yang melimpah ruah itu?
Sudahkah kau menyadari bagaimana luasss dan besarrr nya nikmat Tuhan yang menciptakanmu?

Jangan sampai diriku… Jangan sampai..
Sakit ini berlalu..
Namun kau tak bisa mengambil satupun makna didalamnya..
Namun tiada mampu untuk meminta ampunan didalamnya..
Namun tidak bisa melihat nikmat Tuhan Yang Maha Luas..

Ingatlah selalu sakit ini wahai diriku..
Agar kau selalu ingat..
Bahwa kau hanya atom debu di jagat raya..
Bahwa kau begitu fana..
Bahwa kau begitu tak berdaya..

-Dari iim, Untuk iim-

Denpasar, Juni 2015

Catatan dari Rumah Sakit

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

Karena akhir-akhir ini bolak balik beberapa rumah sakit, tetiba ingin menuliskan beberapa hal tentang Rumah Sakit.

Di Denpasar ada cukup banyak Rumah Sakit, baik yang milik Pemerintah maupun Swasta. Dan dalam minggu-minggu ini, RS yang saya kunjungi semuanya RS Pemerintah.

Yah~ Yang bisa saya katakan adalah banyak banget ternyata orang yang sakit. Walau saya tau bahwa masih dan lebih banyakkk lagi yang sehat-sehat.

Sungguh saat-saat mengantri, kadang membuat saya ingin menampar diri saya sendiri..

  • Pertama tentang Maha Baik nya Allah. Betapa Pemurah nya Allah. Betapa Baik nya Allah. Betapa Baik nya Allah. Betapa Baik nya Allah.
    Jika kita kedokter disaat sakit, kita selalu diberikan tagihan pembayaran, baik yang dibayar mandiri, asuransi, maupun pemerintah. Untuk sembuh dari sakit, untuk kembali sehat kita harus membayar. Saya cukup menarik nafas saat dokter bilang biaya operasi saya 30-50jt. Bahkan di puskesmas, jika tdk ber ktp setempat atau tdk pnya kartu bpjs  membayar 15.000 *ditempat saya* Kalau pun dibayari JKN secara penuh, kita tetap mengeluarkan biaya,  setidaknya untuk bensin ke tempat berobat.Tapi ingatkah kemana kita membayar saat kita sehat sepenuhnya?

Allah tidak pernah menagih apapun pada saya, pada kita, saat saya, saat kita sehat. Allah hanya meminta kita, saya bertaqwa,  beriman kepadanya.

Dan bahkan ketika saya, seorang iim, terjun dalam kelalaian, Allah masih tetap Maha Baik. Allah tidak pernah menagih apapun untuk sebuah kata SEHAT.

😭😭😭

  • yang kedua adalah tentang mengantri. Jika anda bukan pasien gawat darurat maupun VVIP anda harus mengambil nomor antrian. Apalagi jika anda pasien bpjs, jkn, jamkesmas dkk nya.

Saya datang ke RS terbesar di Pulau Dewata. Pukul 7.30 pagi. Bahkan bagian parkir belum datang. Untuk antrian bpjs sudah no 551 😱😱😱

Walau ternyata saya tidak harus ikut mengantri disitu karena saya hanya perlu ke Laboratorium *maklum saya pasien  rujukan*

Tapi ternyata di Lab pun mengantri. Dan saya dapat no 102, sedang saat itu baru satu loket yang buka. Dan akhirnya gikiran cek lab jam 10.00.

Nanti. Nanti. Nanti. Di padang Mashyar.
Kita akan mengantri. Saat kita diadili satu persatu.

Sekarang. Sekarang. Sekarang. Kita sedang mengantri menuju kematian kita.

Semoga Allah menjadikan kita, manusia-manusia yang bertaqwa. Aamiin..

Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu

Bismillahirramanirrahim~

Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu
Jagalah batasan Allah
Jagalah aqidahmu
Jagalah imanmu
Maka Allah akan menjagamu

Jangan kau duakan Allah dengan lainnya
Karena hanya Allah satu-satunya Pencipta
Selain Allah, semua makhluk

Jangan berharap kepada makhluk
Jangan meminta kepada makhluk
Berharaplah pada Allah yang Maha Baik
Memintalah pada Allah yang Maha Kaya

Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu.
Jagalah ibadahmu
Jagalah sholatmu
Jagalah takbiratul ula
Maka Allah akan menjagamu

Sholat adalah amalan pertama
Yang kelak akan dipertanggung-jawabkan
Dihari Yaumul Hisab

Jika seorang menjaga sholatnya
Menjaga takbiratul ula
Maka ibadah yang lain
Insya Allah akan terjaga

Begitupun jika terlalai sholatnya
Meremehkan takbiratul ula
Maka ibadah yang lain
Akan mudah terlalai

Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu
Jangan dholim pada makhluk Allah yang lain
Bersikap adillah
Bahkan pada hewan dan tumbuhan
Walaupun pada orang kafir

Sayangi apa yang ada di bumi
Maka yang dilangit akan menyanyangimu

Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu
Berbaktilah pada kedua orang tua
Pada ibu yang telah mengandungmu
Juga menyusui dan membesarkanmu
Pada ayahmu yang berpeluh menteskan keringat
Berusaha yang terbaik untuk dirimu

Jangan berkata ‘ah~’
Jangan berkata dengan nada lebih tinggi
Tetaplah hormat pada mereka

Walaupun mereka dholim padamu
Bahkan walaupun mereka seorang kafir

Hak mereka ada padamu,
Selamanya
Mendapat kata-kata baik dari anak-anaknya

Karena bahkan walaupun
Kau menggendongnya berkeliling Ka’bah
Saat thawaf
Sedikitpun belum dapat membalas
Pengorbanan mereka
Untukmu

Istiqomahlah ukhti
Berusahalah
Karena ada surga Allah menanti sebagai hadiah untukmu

Jagalah Allah walau terasa memberatkan diri dan hatimu
Maka Allah akan menjagamu disaat yang paling berat untukmu

-Sedikit ringkasan dari Kajian Rutin SPJ Bali, Masjid An Nur Denpasar, Ahad, 5 April 2015, Pemateri: Ustd. Syahrullah Hamid-

Antrian Kematian

Bismillahirramanirrahim..

-Hanya sedikit galau hati yang berusaha ditumpahkan dalam tulisan-

Akhir-akhir ini, dimedia cukup banyak kabar tentang kematian. Meninggalnya public figure dan tokoh masyarakat. Tapi tidak hanya di media. Ternyata disekeliling pun, beberapa kenalan sudah dipanggil lebih dulu menghadap Sang Pencipta.

Wahai iim, diriku, pernahkah kau bertanya, kapan? Kapan kematian menjemputmu, im? Ah, sejatinya diri ini dan semua manusia, semua sedang mengantri. Mengantri menuju kematian. Mengantri menuju Sang Pemilik Dunia. Sayangnya kau, aku, kita tidak tahu, nomor antrian yang keberapa. Apakah pintu kematian itu sudah dekat, atau masih jauh. Hanya Sang Maha Pencipta yang mengetahui.

Dan~ tidak ingatkah dirimu wahai diri, oleh untaian kata doa yang selalu diucapkan jika seorang hamba kembali kepada pemiliknya. “Semoga amal ibadahnya diterima”. “Semoga diterima di sisi Nya”

Entah kenapa baru kau sadari, kalimat-kalimat sederhana itu, akhir-akhir ini terasa begitu menampar.

Terbayangkah dirimu, ketika suatu saat, meninggalkan dunia ini, dan kalimat-kalimat itu adalah yang akan diucapkan, diberikan kepadamu, diriku.

Hei, siapa yang tahu amal mu diterima? Siapa yang tahu bahwa nanti kau diterima di sisi Nya?

Saya? Hadeuh, saya mah apa atuh. Cuma makhluk. Kamu? sama aja. Sama-sama makhluk.

Siapa yang tahu? Jelas, Sang Maha Pencipta. Sang Maha Hidup.

Tapi entah kenapa diri yang makhluk ini kenapa, begitu.. apa ya.. bebal, bodoh.. Atau mungkin pura-pura bodoh. Lupa. Pura-pura lupa. Bahwa saat kematian datang menjemput, sungguh hanya amal saja lah yang menemani. Amallah yang akan kita bawa.

Amal yang dilakukan disaat masih bernafas. Amal yang dilakukan disaat masih sehat. Amal yang dilakukan dalam detik-detik yang lewat.

Berapa milyar detik yang terlewat tanpa amal baik? Berapa puluh detik untuk amal baik, yang belum tentu diterima? Berapa ratus, berapa ribu, berapa juta detik terlewat penuh dosa dan kesia-sian?
Yakinlah diri, kau yang tau jawabannya. Seberapa lalai dirimu. Seberapa banyak dosamu. Sekecil apa amalmu.

Dan masihkah engkau wahai diriku, tenggelam dalam kepura-puraan. Terhanyut dalam kelupaan. Pura-pura lupa, bahwa engkau adalah calon mayat? Akhirmu adalah tanah berbungkus kafan. Temanmu dalam tanah adalah cacing-cacing dan belatung. Dan kelak dagingmu akan berurai bersama tanah.

Mau sampai kapan? Mau sampai kapan pura-pura lupa?

Segeralah sadar wahai diriku. Sebelum penyesalan datang dan yang lewat tiada bisa terulang. Sebelum antrian kematian memanggilmu.

2015

Bismillahirrahmanirrahim..

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyanyang..

Jadi.. Sekarang sudah tahun 2015. Dan~ hari ini sudah 20 hari tahun 2015 😀

Hanya ingin menulis tentang pertanyaan..

Berbagai pertanyaan yang muncul…

Tentang bagaimana masa depan akhirat…….

Berapa lama lagi aku hidup yaa?

Apakah ini tahun terakhirku hidup?

Bekal akhirat apa kabar?

Siap menuju alam kubur?

Siap menjawab pertanyaan munkar dan nakir?

Sudah yakin bekal ke surga cukup?

Jangan-jangan selama ini yang ada timbunan dosa yang menarik ke neraka.. Naudzubillah..

Muhasabah penting yang sedang diri ini upayakan untuk selalu diingat…

Bahwa berapa lama pun kia hidup, akhirnya akan mati juga..

Dan sungguh beruntung orang yang mempersiapkan kehidupan setelah mati..

Karena sungguh yang kekal hanya ALLAH..

Hei, tapi ada pertanyaan lain juga yang muncul..

Sampai detik ini sudah hal bermanfaat apa yang kuperbuat?

Sudah tidak menyusahkan orang tua kah?

Hal baik apa yang sudah kuperbuat untuk lingkungan sekitar?

Untuk Indonesia tercinta gimana?

Akh~ sungguh malu rasanya untuk menuliskan jawaban dari pertanyaan ini..

Mungkin aku pun akan menanyakan hal pertanyaan simpel, “Apa kabar 2015?”

Maka aku akan menjawab, “Insya Allah 2015 bagiku, akan baik dan istimewa :D”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑